featured Slider

Like us

24 Lessons I Learnt After Being 24

by - 01 September


Momen bertambahnya usia dan pergantian tahun sepertinya selalu menjadi waktu-waktu dimana orang merefleksikan apa yang terjadi dalam hidupnya. Termasuk saya. Kadang saya pun juga membaca life lessons dalam blog teman-teman blogger yang lain. Dan di momen bertambahnya usia saya kali ini, akhirnya saya mau ikutan juga share sedikit tentang apa yang saya pelajari dari 24 tahun belakangan di hidup saya. 

My past 24 years wasn't always showered with happiness, sometimes i did feel so depressed, exhausted, cried, and many other feelings. Yet, i feel so blessed with my life so far. Alhamdulillah.

So, here the lessons i learnt after being 24..

1. The more you want to find happiness in the outside world, the more likely you'll fail. Happiness isn't a treasure to be found, but can be built within ourselves.
I have a long long story on finding my own happiness. And the things i finally realized is happiness actually comes from within. It doesn't depend on other things or other people. 


2. Let go of worriying and overthinking
Most common regrets in my life so far is too much time worriying and always think the negative instead of positive ones. So, let go of worriying (meskipun bagi saya ini masih sulit). Because it often makes things worse.

3. You need to learn how to say NO
Buat saya pribadi, belajar untuk bilang "Tidak" bisa jadi tantangan tersendiri. Bukan karena saya seorang people-pleasers atau workaholic, tapi karena memang sulit sekali untuk dilakukan.
Memang banyak sekali buku atau artikel yang mengangkat tema "the power of yes", tapi membuat batasan dan belajar untuk bilang tidak jadi kunci utama dalam hubungan kita dengan orang lain.

Nggak semua hal harus di-iya in. Menolak dengan kata "Tidak" pun juga bukan menjadi jawaban yang salah. Ada kalanya ketika kita harus berani bilang "Tidak" dari awal. Kalau memang sekira-nya sudah dicoba dan ternyata memang nggak bisa, yaaa nggak usah dipaksa. Mau nggak mau memang "Tidak" jadi jawabannya.

4. You cannot make everyone happy. If it is your goal, you are bound to lose yourself
I just have one sentence for this "You are not a nutella jar so stop trying so hard to please people".

5. Cherish friends who are always there when you need them
Di umur saya yang sekarang, baru berasa banget deh yang namanya circle friends pasti akan mengecil. As grow older and wiser, somehow i become more selective with whom i'll spend my time with. Sudah lelah dengan drama sepertinya, jadi lebih senang berkumpul bersama teman yang supporting and empowering each other. And to maintain that, cherish them.

6. Nobody is thinking about you, people are thinking of themselves.
At the very end, you only have yourself. Nobody is (really) thinking about you. So, be strong for yourself.

7. Never listen people who are mocking on your dreams. Just go for it
Setelah sekian lama, saya baru sadar kalau saya selama ini selalu takut untuk bermimpi besar. Takut nanti dicela orang yang menganggap mimpi saya ketinggian. Takut juga kalau nanti nggak kesampaian. But at one point in my life, i realize that if i could do my best in past i think i could do this and that.. Malah jadinya penyesalan karena nggak memaksimalkan kemampuan yang ada.

8. Time heals almost everything. Give some time and experience the change
Segala kegagalan, kekecewaan, bahkan patah hati saya dipulihkan Allah dengan jalan memberi banyak waktu untuk saya. Dengan berjalannya waktu, Allah banyak menunjukkan kepada saya hal-hal yang selama ini saya nggak sadar terlewati.

Mungkin ada kalanya nggak sabaran, dan malah makin kecewa. Tetap sabar, dan peka sama hal-hal yang ditunjukkan Allah. Nikmati segala perubahan yang ada di hidup kita. Dan entah gimana, nanti kaya ketemu sama hikmah-hikmah yang ada dibalik itu semua.

9. Learn to ask and listen. Stop mind-reading in a relationship
Communication is everything dalam membina sebuah hubungan. Nggak cuman hubungan percintaan loh ya, hubungan dengan rekan kerja, keluarga, dan teman pun harus bagus. Diem-dieman nggak akan menyelesaikan masalah, justru malah memperkeruh keadaan.
Well, meskipun saya juga belum expert masalah hubungan, tapi belajar dari kegagalan sebelumnya memang segalanya perlu dikomunikasikan dan saling mendengarkan untuk mengerti itu penting banget.

10. The happiest people aren't those getting more but those who giving more
Saya punya seorang teman yang senang berbagi. In any ways ya, dari barang sampai berbagi cerita dan semangat positif. Satu hal menonjol yang saya lihat dari dirinya adalah aura nya sangat positif dan bahagia terus. Dia pun juga sering cerita bahwa when you give more, you'll getting more and more. Mendapat lebih disini dia bilang nggak cuman dalam bentuk materi saja, tapi juga kebahagiaan hati. Dari situ saya belajar, orang yang paling bahagia mungkin bukan mereka yang punya banyak hal, tetapi mereka yang bisa berbagi banyak hal.

11. Be good to everyone
Saya salah satu orang yang percaya bahwa when you be good and do good things, you'll feel good, and good things will come to you. Jadi berbuat baik kepada orang lain pun punya efek yang baik juga untuk diri sendiri.

12. Your parents are often your greatest support though you spend little time with them
Ada saat-saat dimana saya pernah merasa kalau teman-teman saya yang akan selalu ada di hidup saya, segitu merasa dekatnya. Saya pun merasa lebih dekat dengan mereka ketimbang dengan keluarga bahkan dengan orang tua sendiri. Eh ternyata saya keliru, they do bad things behind my back. And at my lowest point, justru orang tua lah yang memeluk dan menyemangati saya untuk bangkit lagi.

Buat kamu yang mungkin jarang punya waktu sama orang tua dan keluarga, yuk sempatkan waktu untuk sekedar menelepon atau menghabiskan waktu bersama.

13. Bad things happen sometimes
Sekeras apapun usaha kita, dan sebaik apapun apa yang kita perbuat. Kadang semesta punya kehendaknya sendiri. Tetapi hal buruk yang ada di hidup kita pasti ada maksud dan tujuannya yang disiapkan Allah untuk kita belajar agar bisa jadi manusia yang lebih baik lagi. 

Hal buruk mungkin akan tetap terjadi atas kehendak-Nya, tetapi kita tidak boleh berhenti berbuat baik.

14. Stop comparing yourself with others
Mungkin benar apa yang dikatakan Theodore Roosevelt, "Comparison is the thief of joy". Beberapa kali saya sedang scrolling instagram dan melihat kehidupan orang lain dari foto-foto yang mereka post, yang ujung-ujungnya jadi mikir "Enak banget ya jalan-jalan ke luar negeri terus" atau "Wah, cantik banget ya dia". Akhirnya jadi ngerasa sebel atau sedih sendiri karena hidup orang lain terlihat lebih enak daripada hidup kita. 

Seperti hal nya mata uang, setiap orang punya 2 sisi yang berbeda. Ada sisi baik dan buruknya. Mungkin yang ditampilkan di media sosialnya hanyalah beberapa dari kebahagiaan yang ia raih setelah melewati masa-masa sulit. Masa sulitnya seperti apa? Tidak ada yang tahu.
Jadi lebih baik kita jangan membandingkan diri kita dengan orang lain. Try to be more content with all what we've got and be happy with it.

15. You will never have to force anything that is truly meant to be
Saya selalu percaya rejeki nggak kemana, semuanya udah ada yang ngatur. Kadang ketika sudah berusaha keras, saya suka mengingatkan diri sendiri kalau semua memang jadi rejeki saya, pasti ada jalannya ke saya. Ga akan ketuker. Jadi mau maksainnya kaya apa kalo bukan rejeki ya apa mau dikata, dan kalau jadi rejeki juga nggak akan kemana.

16. The past cannot be changed
Instead of thinking what if and dwelling on the past, try to manage and make a change in this present life. Tidak bisa dipungkiri masa yang sedang kita jalani sekarang sedikit banyaknya adalah akibat dari apa yang kita lakukan di masa lalu. Yang sudah berlalu biarlah jadi pelajaran. Live your life to the fullest. Dan menata masa-masa yang kita jalani sekarang sebaik-baiknya. Make the future you be thankful for what you're doing now.

pernah dibahas juga di : Cerita Shinta #3 - Dwell on the Past

17. Positive thoughts create positive things
Saya belajar ini dari salah satu blogger panutan-qu yaitu Alodita. Kalau udah pernah ketemu langsung pasti setuju deh kalau aura dari ibu muda yang satu ini positif banget. Terlihat selalu semangat, dan nular looooh.. Kita nya jadi ikutan semangat dan ikutan ter-radiasi positif.

Dan tentunya masih ingat kan, dari buku fenomenal "The Secret". Bahwa afirmasi positif yang kita ucapkan untuk diri kita, secara sadar tidak sadar semesta akan membawa hal tersebut untuk kita.

Kalau di Islam niiih, ada salah satu hadist dimana Allah berfirman : "Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku". Dan dengan kita berfikir positif secara tidak langsung, semuanya ber-impact positif juga untuk kita.

18. Everyone's journey is different
Setiap orang mempunyai latar belakang dan cerita yang berbeda-beda. Nggak semua apa yang kita lihat itu se-enak apa yang mereka rasakan sebenarnya, dan begitu pula sebaliknya. Nggak semua yang mereka lihat itu se-enak yang mereka pikirkan.  Yaah memang mungkin seperti itu lah cara semesta bekerja.

Perlu diingat, karena kita nggak tau cerita apa yang ada di hidup orang lain, so stop comparing each other. Dan setiap orang pasti punya juga waktu nya masing-masing. Jadi tidak bisa disamakan antara satu dengan yang lainnya.

19. You only fail when you quit
There's no such thing as fail, you just decided to stop trying. Jadi semangat terus ya!

20. Don't let your emotions control your day
Akan ada waktunya, semesta seperti 'kompakan' bikin kesel, kecewa, atau bikin sedih. Tetapi apapun yang terjadi semuanya harus dihadapi dengan kepala dingin dan pikiran yang jernih. Jangan sampai karena emosi nggak beraturan di pagi hari jadi bikin bete seharian.

21. Be Thankful

Feel content and thankful for what we have now not only as 'magnet' for another blessing, but also makes our life easier. 

Read more on : Cerita Shinta #1 - Thankful

22. Remember to always have time for yourself
A quality time for yourself is good to keep us sane. 

23. Love and accept yourself fully
Ini adalah sesuatu yang bahkan sampai sekarang saya masih belum bisa benar-benar melakukannya. Tetapi kalau dari kita nya saja nggak bisa menerima apa adanya diri kita ini, belum bisa cinta dengan diri sendiri. Lantas bagaimana kita berharap ada orang yang bisa menerima dan mencintai diri kita apa adanya?

24. Always believe in magic (read : Allah)

Yang terakhir harus selalu ingat dan ini yang paling penting. Selalu ada kekuatan lain dalam setiap langkah kita dan kekuatan itu maha besar dan lebih kuat dari apapun. 

You May Also Like

2 komentar

  1. sebagian besar tentang self love ya. yang mana itu penting banget. dulu moto saya adalag "i love me". kayak gampang banget gitu bilangnya. tapi semakin hari saya sadari, mencintai diri sendiri tidak ssemudah itu :')

    dan sampai sekarang saya maih belajar untuk mencintai dan menghargai diri sendiri :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes setuju.. as i grow older, rasa insecure justru kadang jadi lebih dominan. Tetapi belakangan ini aku selalu coba afirmasi positif ke diri sendiri setiap pagi, kamu coba juga deh. it works for me, and might be works well for you too :)

      btw thanks for stopping by

      Delete