featured Slider

Like us

3 Hal Penting Saat Minum Obat

by - 07 May

Hal Penting Saat Minum Obat

Seperti yang kita semua tahu, obat adalah senyawa kimia yang memiliki sifat dan efek berbeda sesuai dengan sifat kimia masing-masing obat. Karena itu ketika minum obat, kita harus menyesuaikan agar diperoleh khasiat yang diinginkan. Nah penyesuaian itu bisa bermacam-macam, dari waktu minumnya, sebelum atau sesudah makan, dll.

Di post saya kali ini saya akan membahas hal yang sebenarnya penting tetapi kadang suka dilupakan atau tidak kita perhatikan pada saat minum obat. Nah, berikut ada 3 poin yang saya rangkum dan dibahas satu-satu ya.

1. Sebelum atau Sesusah Makan
Ketika obat diminum, obat akan melewati lambung dan masuk ke dalam usus. Sebagian kecil obat diserap di lambung, dan sebagian besar adalah di usus halus yang permukaannya sangat luas. Pada dasarnya obat-obat dapat diserap dengan baik dan cepat jika tidak ada gangguan di lambung maupun usus. Ada obat yang penyerapannya terganggu dengan adanya makanan, ada juga yang justru terbantu dengan adanya makanan, ada juga yang tidak terpengaruh apa apa.

Minum Obat Sebelum atau Sesudah Makan


Obat yang diminum sebelum makan baiknya diminum 1 jam sebelum makan. Kenapa sih ada obat yang harus diminum sebelum makan? Karena penyerapan obat  di dalam lambung dan usus akan menurun jika ada makanan.  Contohnya antibiotik eritromycin, amoxycillin, dan paracetamol penyerapannya lebih baik jika tidak ada makanan.

Obat yang diminum sesudah makan baiknya diminum sesaat sesudah makan, ketika perut masih berisi makanan. Jangan lewat dari 2 jam. Jika lebih dari 2 jam setelah makan, makanan sudah diolah dan diserap (biasanya malah sudah lapar lagi), jadi kondisi nya disamakan dengan sebelum makan. Obat diminum sesudah makan karena penyerapannya dalam lambung dan usus halus meningkat jika ada makanan (contoh : carbamazepin, fenitoin, dll). Atau obat diminum sesudah makan karena obat dapat mengiritasi lambung contohnya obat-obat anti inflamasi seperti asam mefenamat, Na Diklofenak, dll.

2. Minum Obat dengan Air Putih
Kenapa dengan air putih? Emang ga boleh klo pake kopi atau teh?
Hmmm... selain interaksi dengan makanan secara umum, obat tertentu dapat berinteraksi dengan senyawa tertentu yang ada di makanan maupun minuman. Seperti kita tahu, dalam minuman tertentu terdapat senyawa khusus yang dapat berinteraksi dengan obat. Jadi lebih baik minumlah obat dengan air putih, karena air putih bersifat netral.

interaksi obat dengan minuman

Contoh yang terkenal adalah antibiotik seperti tetrasiklin, dan antibiotik golongan kuinolon (ciprofloxacin, ofloxacin) yang tidak boleh diminum bersamaan dengan susu. Sebab kandungan kalsium yang ada pada susu dapat berikatan dengan tetrasiklin tersebut dan membentuk senyawa yang tidak dapat diserap oleh tubuh. Sedangkan pada antibiotik quinolon, obat dapat berikatan dengan logam-logam bervalensi 2 seperti kalsium pada susu.
Contoh lainnya seperti pada obat asma seperti salbutamol yang sebaiknya tidak diminum bersamaan dengan makanan atau minuman yang mengandung kafein (seperti teh, kopi, cola) karena akan meningkatkan efek dari obat dan beresiko meningkatkan efek samping obat tersebut.

3. Perhatikan Interval Waktu Minum Obat
Ini adalah hal penting tetapi seringnya diabaikan. Interval waktu minum obat disini maksudnya, jika obat diminta diminum 2x sehari, maka interval waktu yang tepat adalah 12 jam (24 jam dibagi 2x waktu). Jadi, jika obat diminum jam 8 pagi, waktu minum obat selanjutnya adalah jam 8 malam. Jika diminum 3x sehari maka intervalnya (24 jam dibagi 3x waktu) adalah 8 jam sekali. Contoh interval waktu minum 3x ini misal obat diminum jam 6 pagi, minum obat kedua pada jam 2 siang, dan selanjutnya di jam 10 malam.

Interval Waktu Minum Obat

Mengapa harus demikian? Hal ini harus diperhatikan agar kadar obat dalam tubuh tetap berada dalam kisaran terapi, jika jarak waktu diantara minum obat lebih dekat dipastikan obat akan melebihi kisaran terapi, sehingga dikhawatirkan dapat meningkatkan timbulnya resiko efek samping obat. Sebaliknya jika obat itu diminum dengan jarak waktu lebih jauh maka dipastikan obat yang berada di dalam tubuh berada di bawah kisaran terapi, sehingga efek yang diharapkan tidak maksimal atau bahkan tidak berefek. Ketepatan waktu minum obat ini terlebih harus sangat diperhatikan ketika minum antibiotik, sebab jika obat diminum dengan jarak waktu di antara minum obat lebih jauh makan akan menyebabkan kadar obat dalam tubuh di bawah kisaran terapi sehingga tidak mampu membunuh bakteri dan akhirnya dalam jangka waktu tertentu akan terjadi resistensi (bakteri jadi kebal/tahan terhadap antibiotik tersebut).

***

Itu tadi beberapa hal penting yang sering disepelekan ketika minum obat. Nah coba deh diingat-ingat lagi apakah cara kita minum obat sudah benar dan tepat. Karena cara kita minum obat berpengaruh dengan efektifitas obat itu sendiri. Salah-salah minum obat efektifitasnya bisa menurun atau bahkan tidak efektif lagi. Yuk cermati dan perhatikan cara minum obat kita.

X.O.X.O.

You May Also Like

0 komentar